sajak subuh memeluk beku
meniupkan wewangian pilu
hati oh hati. .
Hati-hatilah dengan cinta yang takan jelas muaranya . .
Subuh oh subuh . .
Ikhlas menggerus senyum fana
bahkan . .seringai debu jalanan tak membuat langkah bertambah . .
Benarkah adanya begitu wahai penjagal malam??
Dan fajar menyambut hantu dengan gamang
kehilangan. .
Pun adalah episode dari egois yang tak terbantahkan
bahkan terlalu pasti untuk di takut kan
jadi kenapa begitu menyeramkan dari aroma kematian . .
Apakah karna cinta??
Oh cinta yang tidak dalam ridho-Nya
terlalu mengada-ada untuk di tanam
bila sang pecundang mengangkat mu bersama cinta
hanya rintih kesal yang menyelimuti rongga dada
dan bait do'a yang di lafaskan. .
Tetap menjadi angin yang membekukan hati
masihkah??
Merelakan sekilas cinta lebih menakutkan dari menjaring hantu??
Bahkan hantu tak mampu melampaui harapnya . .
Dan . .sebait sajak subuh memeluk asa ku berjumpa
meniupkan wewangian pilu
hati oh hati. .
Hati-hatilah dengan cinta yang takan jelas muaranya . .
Subuh oh subuh . .
Ikhlas menggerus senyum fana
bahkan . .seringai debu jalanan tak membuat langkah bertambah . .
Benarkah adanya begitu wahai penjagal malam??
Dan fajar menyambut hantu dengan gamang
kehilangan. .
Pun adalah episode dari egois yang tak terbantahkan
bahkan terlalu pasti untuk di takut kan
jadi kenapa begitu menyeramkan dari aroma kematian . .
Apakah karna cinta??
Oh cinta yang tidak dalam ridho-Nya
terlalu mengada-ada untuk di tanam
bila sang pecundang mengangkat mu bersama cinta
hanya rintih kesal yang menyelimuti rongga dada
dan bait do'a yang di lafaskan. .
Tetap menjadi angin yang membekukan hati
masihkah??
Merelakan sekilas cinta lebih menakutkan dari menjaring hantu??
Bahkan hantu tak mampu melampaui harapnya . .
Dan . .sebait sajak subuh memeluk asa ku berjumpa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar